Home Berita Sutiaji Sebut Konsep Hexahelix, Bikin Kontraksi Ekonomi Kota Malang Hanya -2,26%

Sutiaji Sebut Konsep Hexahelix, Bikin Kontraksi Ekonomi Kota Malang Hanya -2,26%

21
0
foto: Istimewa

ijtimalang.com, SURABAYA – Wali Kota Malang, Jawa Timur, Sutiaji memaparkan konsep hexahelix untuk akselerasi pembangunan di Kota Malang. Konsep hexahelix merupakan progres pembangunan di Kota Malang sepanjang tahun 2021 sekaligus proyeksi RKPD Kota Malang di tahun 2022.

Sutiaji mengatakan, Pemkot Malang akan terus membangun kolaborasi dengan konsep hexahelix untuk mengakselerasi pembangunan di Kota Malang. Konsep ini untuk mengatasi kontraksi ekonomi di Kota Malang.

Ia mencontohkan penyebab timbulnya kontraksi ekonomi di berbagai daerah terutama di wilayah perkotaan yang mengalami aglomerasi karena kasus pandemi.

“Namun Kota Malang berhasil mengatasi kedalaman kontraksi ekonomi tersebut melalui berbagai paket kebijakan dan stimulus ekonomi di daerah. Kota Malang hanya mengalami kontraksi sebesar -2,26%, lebih rendah dibandingkan Kota Surabaya sebesar -4,85%,” paparnya.

Lebih lanjut, Sutiaji menjelaskan bahwa di tahun 2021 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang cukup tinggi di angka 9,65%. Namun secara komparatif rangking TPT Kota Malang di Provinsi Jawa Timur turun dari tertinggi pertama menjadi ketiga.

Sementara itu, tercatat angka kemiskinan di Kota Malang pada tahun 2021 sebesar 4,62% dan angka indeks pembangunan manusia sebesar 82,04; sedangkan gini rasio di Kota Malang berada di angka 0,395.

“Saya berharap kondisi tersebut akan terus membaik meski kita masih berada di tengah-tengah situasi pandemi; dengan bantuan dan dukungan dari semua sektor di Kota Malang, saya yakin perekonomian Kota Malang akan terus bangkit”ujar Sutiaji di Kantor Bappeda Provinsi Jawa Timur, Jumat (11/02/2022).

Di tahun 2021, Kota Malang telah berhasil meraih predikat terbaik kedua kategori kota untuk PPD Terbaik Kabupaten / Kota Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Dimana, PPD merupakan kegiatan tahunan Kementerian PPN/ Bappenas yang dikoordinasikan oleh Deputi Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah daerah tingkat Provinsi, Kabupaten maupun Kota, yang menunjukkan kinerja yang baik dalam perencanaan dan pencapaian pembangunan daerah.

Prestasi ini ditandai dengan tersusunnya dokumen perencanaan yang berkualitas pelaksanaan pembangunan yang sesuai dengan perencanaan serta mampu berinovasi dalam mencapai sasaran pembangunan yang telah dilaksanakan.(did)

Previous articleTingkatkan Kapabilitas Aparatur, Inspektorat Latih APIP Kota Malang
Next articleRelawan Berkah di Malang Deklarasi Dukung Pasangan Erick Tohir – Khofifah Capres Cawapres 2024-2029