Home Berita Panen Perdana Program Kawasan Terpadu Nusantara, BNPT Berdayakan Eks Napiter di Lahan...

Panen Perdana Program Kawasan Terpadu Nusantara, BNPT Berdayakan Eks Napiter di Lahan Produktif

38
0

ijtimalang.com, MALANG — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan upaya deradikalisasi terhadap sejumlah eks Narapidana kasus terorisme di Negeri ini. Sebagai bukti nyatanya, BNPT lakukan panen raya perdana, di lahan pertanian yang menjadi program Kawasan Terpadu Nusantara. Yang seluruh pengelolaannya dilakukan oleh eks Narapidana teroris, sebagai bentuk solusi kesejahteraan bagi mereka yang dulunya menentang idiologi negara ini.

Tak hanya melakukan deradikalisasi dengan bentuk memberikan pemahaman kembali tentang idiologi Pancasila kepada para mantan kombatan dan terorisme. BNPT juga melakukan sejumlah program dibidang ekonomi, yang ditujukan kepada para eks Napiter. Agar lebih mandiri dan sejahtera usai menjalani hukumannya terkait kasus terorisme.

Seperti yang diungkapkan Kepala BNPT, Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar. Saat melakukan panen raya perdana di Kawasan Terpadu Nusantara,  di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang. Dilahan seluas 4 hectar tersebut, BNPT  menjadikan lahan tidur milik Negara, Menjadi lahan produktif yang berisikan pertanian, peternakan dan perikanan. Yang kesemuanya dikelola oleh para Eks Napiter guna menopang ekonomi mereka.

“Kami berharap kegiatan ini Diharap bisa menaungi para napiter, salah satu sarananya dengan reintegrasi ini. Kami pilih di turen karena antusias dari warga yang bagus. Kerjasama dengan Pemkab Malang yang ditopang Pemprov Jatim sangat bagus, sehingga dalam kegiatan ini kita disediakan lahan seluas 16 hektar,” ungkap Boy Rafli.

Ia juga menegaskan, Kawasan Terpadu Nusantara yang terletak di Kabupaten Malang ini, diharapkan mampu menjadi pilot project program BNPT secara nasional. Selain menjadi program deradikalisasi dan pencegahan aksi terorisme, dengan membaurnya eks Napiter di tengah masyarakat. Diharapkan juga mampu menjadi bagian dari ketahanan pangan wilayah di negeri ini.

Boy Rafli juga berharap, tempat ini jadi bagian perekonomian di kecamatan Turen, yang melibatkan mitra deradikalisasi.

“Ini layak diapresiasi, karena tidak semua berkenan lahannya digunakan seperti ini. Dan kami optimis di seluruh lahan seluas 16 hektare ini bisa menghasilkan yang lebih besar lagi, apalagi Pemkab Malang sangat mensuport” ujarnya.

Selain perkebunan dan pertanian. Kawasan Terpadu Nusantara BNPT ini, nantinya juga bergerak dalam bidang peternakan dan pariwisata edukatif. Untuk diketahui, di Kabupaten Malang sendiri ada seluas 14 Hectar lahan yang ada di Kawasan Terpadu Nusantara, yang tersebar di tiga wilayah yaitu Kecamatan Jabung, Kecamatan Poncokusumo dan Kecamatan Turen.

KTN Turen merupakan implementasi konsep pentahelix penanggulangan terorisme di mana BNPT berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), PT Kereta Api Indonesia, Corteva Agriscience, MIND ID, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Smelting, Koperasi Artha Harmoni Bangsa, serta masyarakat.

Dalam kesempatan ini, Kementerian Pertanian RI sebagai mitra BNPT dalam tim Sinergisitas, turut mendukung operasionalisasi KTN Turen dengan memberikan bantuan berupa 3 unit traktor roda dua, 2 unit pompa air, 2 unit hand sprayer, dan 1 unit cultivator. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, didampingi Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., kepada perwakilan petani KTN Turen.

Hadir dalam panen raya ini Kepala BNPT, Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., didampingi jajaran pejabat BNPT, Wakil Menteri Pertanian RI, Harvick Hasnul Qolbi, anggota Komisi III DPR RI, H. Arteria Dahlan, S.T., S.H., M.H., Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kabupaten Malang, Drs. H. M. Sanusi, M.M., serta Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri Bakri, M.Si.

Previous articlePresiden Jokowi Terima Dewan Komisioner OJK Periode 2017-2022. Apa Yang Dibicarakan ? 
Next articleBNPT Jalin Kerjasama Internasional Selidiki Dugaan Aliran Dana ACT ke Teroris