Home Berita Klarifikasi Pelaku Pemukulan Suporter Aremania, Bukanlah Wartawan

Klarifikasi Pelaku Pemukulan Suporter Aremania, Bukanlah Wartawan

93
0

IJTIMALANG.COM – Pelaku pemukulan terhadap suporter Arema FC, di Stadion Brawijaya Kediri akhirnya terungkap. Usai video klarifikasi dan permintaan maafnya tersebar di jagat maya. Dalam video berdurasi 01.33 menit ini, pelaku mengaku bukanlah awak wartawan yang melakukan peliputan dalam laga tersebut.

“Saya tegaskan, bahwa saya bukanlah wartawan ataupun official team seperti yang diberitakan. Saya hanyalah penonton biasa, yang membuat konten youtube pribadi saya.” ungkapnya saat melakukan klarifikasi di kantor Persik, Selasa Malam, (20/09/2022).

Dalam video tersebut nampak pelaku pemukulan dengan menggunakan masker dan mengenakan jaket ini, juga menjelaskan bahwa ia mengakui kesalahannya karena dengan tanpa ijin mengenakan rompi berwarna merah muda yang seharusnya hanya dikenakan oleh para juru warta yang sudah terdaftar di Badan Liga untuk memiliki akses peliputan di dalam stadion.

“Saya menyesal dan tidak akan mengulangi lagi, dan meminta maaf kepada panitia pelaksana (panpel) karena saya mengambil rompi yang seharusnya dipergunakan oleh media, namun saya gunakan untuk keperluan pribadi.” tambahnya.

Aksi kejadian ini mencuat, usai 4 organisasi profesi jurnalis di Kediri, mendesak pihak Panpel Persik Kediri dan juga managemen klub untuk mengklarifikasi terkait sosok pelaku pemukulan terhadap suporter Arema FC yang diamankan saat berhasil masuk ke Stadion Brawijaya, dalam laga pekan Ke 10 Liga 1 BRI antara Persik melawan Arema FC yang dimenangkan dengan skor tipis oleh tim berjuluk singo edan ini.

Sementara itu menurut Moh Tiawan, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Malang Raya mengungkapkan agar semua pihak turut menjaga ketertiban dan keamanan di stadion, yang merupakan tanggungjawab bersama.

“Pemukulan oleh oknum dengan rompi wartawan didalam stadion saat laga Arema kontra Persik merupakan perbuatan tercela yang tidak dibenarkan oleh hukum menciderai semangat olah raga dalam menjujung sportifitas.” ungkapnya.

Ia menambahkan, disisi lain penyalahgunaan pemakaian rompi wartawan oleh orang yang bukan wartawan, ditambah melakukan kekerasan terhadap orang lain juga berdampak merugikan nama baik jurnalis. Serta dikhawatirkan memicu kerawanan bagi keselamatan wartawan saat menjalankan tugas jurnalisnya.

“Kami berharap kedepan, setiap kegiatan apapun tidak hanya dalam olah raga. Panitia atau petugas bisa lebih selektif dalam pemberian akses untuk peliputan demi menghindari penyalahgunaan kepentingan atas nama wartawan dan demi ketertiban dan keamanan bersama.”tutupnya.

Previous articleTiga Komplotan  Spesial  Pencuri Hewan Ternak di Kota Batu Kandas di Tangan Polisi
Next articleEksotis Taman Wisata Selorejo Malang Menarik Perhatian Pengunjung Nikmati Nuansa Alam