Home Berita Kades Bringin : Korban Saya Kira Pria, Tidak Ada Pelecehan Dan Saya...

Kades Bringin : Korban Saya Kira Pria, Tidak Ada Pelecehan Dan Saya Tidak Mabuk

244
0

IJTIMALANG.COM – Terlapor sekaligus Kepala Desa Bringin Kecamatan Wajak, Teguh Patriajati buka suara terkait kejadian yang kini membuat dirinya dilaporkan ke pihak kepolisian dengan sangkaan perbuatan pencabulan dan penganiayaan.

Teguh juga membantah laporan dugaan pelecehan seksual dan penganiayaan yang dituduhkan padanya. Dijelaskannya, waktu kejadian hari Minggu (18/09/2022) ada karnaval di desanya.

Waktu itu, Teguh memakai udeng dan terjatuh. Dia pun langsung mencari udeng itu.

“Terus waktu itu, saya lihat ada udeng saya dipakai seseorang (korban),” katanya.

Korban, kata Teguh, waktu itu berpakaian layaknya pria. Teguh langsung mengambil udeng itu dari belakang. Namun karena salah paham terjadi maka terjadilah keriuhan dalam kejadian tersebut.

“Saya tidak tahu orangnya perempuan atau laki-laki. Karena saat itu memakai pakaian laki-laki,” katanya.

Iapun mengungkapkan, dia tidak dalam pengaruh alkohol. Saat kejadian dalam kondisi ramai. Dia pun bersama dengan istri dan ibunya di lokasi.

“Tidak saya kan di lokasi bersama istri dan kelurga juga ada ibu saya,” tuturnya saat konferensi pers, Jumat (23/09/2022).

Setelah mengambil udeng, terjadi perdebatan antara korban dan juga Teguh. Di sela-sela perdebatan Teguh mengaku dipukul oleh seseorang yang tidak dikenal. Akibatnya Teguh terjatuh daalam posisi tengkurap.

“Jadi waktu berdebat karena berebut udeng (ikat kepala) ada yang memukul terus saya dibawa ke rumah dan tidak tahu. Jadi tidak ada itu yang seperti dilaporkan,” tuturnya.

Dia pun meminta maaf atas kegaduhan yang dibuatnya atas peristiwa tersebut.

“Saya memohon maaf dan saya mencoba untuk mediasi,” tuturnya.

Ronggo, saksi yang melihat dan mendampingi korban juga menegaskan bahwa tidak ada perbuatan yang dituduhkan itu. Ia mengaku melihat langsung kejadiannya.

“Yang disampaikan Pak kades itu benar, saya melihatnya. Dan istri serta ibu Pak kades juga melihat,” ucapnya.

Kepala Desa Dadapan Kecamatan Wajak, Nur Rohmat Sri Sanjaya mengatakan, bahwa permasalahan ini sebenarnya sudah ada penyelesaian secara kekeluargaan. Senin (19/8/22) esok harinya, ia mendampingi Kades Bringin dan keluarga sudah menemui korban dan keluarganya.

“Saat itu sudah ada kesepakatan untuk diselesaikan secara kekeluargaan di desa. Selasa (20/9/2022) ketika mau pertemuan lagi, ternyata sudah dilaporkan ke Polsek Wajak. Kami semua kaget dengan laporan itu,” jelasnya.

Ketua Apdesi Kabupaten Malang Helmiawan Khodidi menyampaikan bahwa proses mediasi dengan pihak korban terus dilakukan. Pihak Kades Bringin terus berusaha menghubungi dan menemui pihak keluarga korban untuk menyelesaikan secara kekeluargaan.

“Hari ini kami menyampaikan kejadian yang sebenarnya. Kami juga terus berusaha untuk mediasi dengan pihak keluarga korban supaya bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” paparnya.

Previous articleBuka Ruang Diskusi Dengan Kalangan Mahasiswa, Kapolres Malang Ajak Pemuda Turut Jaga Kamtibmas
Next articleMulai Pulih, Abel Camara Siap Gabung Latihan Tim