Home Berita Desain Busana Berkonsep Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Desain Busana Berkonsep Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

145
0

IJTI MALANG.COM – Desainer asal Kota Malang Mutiara Syariffudin membuat kagum seluruh masyarakat dalam Fashion Upcycling Competition di Ciputra Mall Surabaya pada Sabtu, 12 November 2022 lalu. Dia mengusung konsep usut tuntas Tragedi Kanjuruhan.

Desain busana berbahan spanduk usut tuntas milik Aremania itu mampu membawanya meraih juara 2 dalam kompetisi bergengsi itu. Busana itu diperagakan oleh seorang model. Balutan busana yang dipakai berbahan spanduk usut tuntas milik Aremania yang dipasang di jalan-jalan yang ada di Kota Malang.

“Saya ambil 3 spanduk di jalanan yang sesuai. Jujur saya waktu itu belum izin ke Aremania karena saya tidak tau mau izin ke mana. Tapi ternyata mereka mendukung. Itu benar benar dari spanduk di jalanan. Saya sebenarnya takut ambilnya, karena saya buat spanduk sendiri jelek. Akhirnya terpaksa saya ambil dan ternyata tidak masalah, mereka mendukung,” kata Mutiara, Senin, 14 November 2022.

Ada alasan kuat yang melatarbelakangi Mutiara mengusung konsep spanduk usut tuntas. Dia ingin membantu menyuarakan tuntutan keadilan dalam Tragedi Kanjuruhan. Apalagi dia melihat aksi demonstrasi besar-besaran Aremania pada Kamis, 10 November 2022 kemarin tetap berjalan dengan semangat meski diguyur hujan deras.

Perjuangan Arek-arek Malang dalam menuntut keadilan bagi 135 orang yang meninggal dunia dan 600 lebih suporter yang mengalami luka-luka turut menggugah jiwa kemanusiaannya. Dia pun memastikan berada dalam barisan masa aksi yang menuntut keadilan namun lewat jalur yang dia tekuni. Yakni fashion.

Inspirasi lainnya datang kala dia melintas di bundaran Alun-alun Tugu, Kota Malang. Saat itu dia melihat 135 keranda hitam berjejer melingkari Tugu. Keranda hitam itu bahkan dipasang bersama foto-foto korban dimana sebagian besar merupakan remaja dan wanita.

“Saya sempat melintasi bundaran Tugu setelah 40 hari Tragedi Kanjuruhan saat mau beli kain. Inspirasi itu muncul saat melihat banyak keranda dan foto korban yang ternyata banyak ceweknya,” ujar Mutiara.

Rencana terdekat ysai memenangi kompetisi Mutiara akan menempatkan karyanya di butik pribadinya di Salon Mutiara Malang. Dia juga berfikiran untuk melelang design itu. Namun jika Aremania menginginkan, dia akan memberikan dengan sukarela. Bahkan, Mutiara ingin mendesign lagi 10 karya fashion dalam kompetisi nasional yang akan dia didesikasikan untuk masyarakat Malang.

“Saya harap ini bisa menginspirasi bagi siapapun, bahwa melalui bidang apapun bisa mendukung Aremania lewat karya kita,” tutur Mutiara.

Sementara itu dalam proses pembuatannya, spanduk yang didapat di jalanan dia kreasikan dengan pakaian lamanya. Dia mengaku diberi waktu sekitar 1 jam untuk merangkai design itu dengan jahitan tangan. Namun hasilnya, karya yang dia buat jusrtru menarik perhatian publik dan menyabet juara 2.

“Saya ambil beberapa potong untuk selendang. Kalau kanan kiri itu saya print-kan foto Tragedi Kanjuruhan. Saya tempelkan. Saya balut police line tiruan, itu stiker dan dari sabuk gitar. Pesan dan maknanya, polisi kan harusnya melindungi dan merangkul rakyatnya. Tapi ternyata muncul korban. Makanya ada police line yang melingkari design,” tutur Mutiara

Previous articlePeringatan Hari Sumpah Pemuda KNPI dan Pemuda Pancasila Gelar Diskusi Kebangsaan
Next articleSurat Asa Keadilan dari Arek Malang Untuk Presiden Jokowi