Home Berita Jokowi Tegaskan, Percepatan Vaksinasi dan Pengetatan Prokes Kunci Pengendalian Omicron

Jokowi Tegaskan, Percepatan Vaksinasi dan Pengetatan Prokes Kunci Pengendalian Omicron

12
0

IJTIMALANG.COM-JAKARTA- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan, untuk mengendalikan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) varian Omicron di Tanah Air kuncinya adalah melakukan percepatan vaksinasi dan pengetatan protokol kesehatan (prokes).

“Pertama vaksinasi, kecepatan vaksinasi baik itu vaksinasi suntikan yang kedua maupun untuk suntikan penguat atau booster. Yang kedua, kembali sampaikan kepada masyarakat mengenai pentingnya prokes utamanya pemakaian masker. Ini penting untuk diulang-ulang agar seluruh masyarakat taat pada protokol kesehatan” kata Presiden Jokowi saat meninjau pelaksanaan program vaksinasi untuk masyarakat di beberapa daerah secara virtual melalui konferensi video di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (17/2/2022).

Pada kegiatan itu, Jokowi melakukan dialog dengan sejumlah perwakilan daerah yang melakukan vaksinasi serentak secara virtual. Jokowi mengapresiasi Kota Semarang atas capaian vaksinasi yang tinggi. Meski demikian, Presiden mengingatkan kembali untuk terus menjaga protokol kesehatan secara ketat.

“Yang paling penting persentase untuk vaksinasinya sudah tinggi, kemudian prokesnya dijaga saya kira insyaallah Jawa Tengah akan terjaga tidak naik terlalu tinggi” ujar Jokowi.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, kegiatan vaksinasi serentak telah dilaksanakan sejak Rabu (16/2/2022) dengan target sasaran secara nasional. Untuk hari pertama sebanyak 1.018.430 dosis, baik dosis pertama dan kedua maupun dosis ketiga. Dan hari ini serentak dilaksanakan di 5.086 titik.

Menurut Kapolri, sasaran vaksinasi pada hari ini sebanyak 1.100.656 dosis di mana sasaran dosis pertama dan kedua sebanyak 836.045 orang dan sasaran dosis ketiga sebanyak 264.611 orang.

Vaksinasi dilakukan dengan menggunakan vaksin dari berbagai produsen, baik AstraZeneca, Pfizer, Moderna, Sinopharm, CoronaVac, Johnson & Johnson, atau Sinovac. Vaksinator yang terlibat juga merupakan vaksinator dari Dinas Kesehatan, TNI, maupun Polri.

“Kegiatan kali ini melibatkan total 62.803 vaksinator yang tersebar di seluruh Indonesia” tandas Kapolri. (aga/pul)

Previous articleWagub Jatim Sebut Kembangkan Usaha di Jatim Banyak Keuntungan
Next articleLewat Sepakbola, Satreskrim Polres Malang Ajak Awak Media Dukung Vaksinasi