Home Uncategorized Tekan Penyebaran Kasus Covid-19, UB Perketat Kuliah Hybrid

Tekan Penyebaran Kasus Covid-19, UB Perketat Kuliah Hybrid

31
0
Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Jawa Timur, menerapkan protokol kesehatan sebelum mengikuti kegiatan kuliah hybrid ( luring dan daring), Senin 7 Februari 2022.( Foto : Istimewa)

IJTIMALANG.COM-KOTA MALANG-Universitas Brawijaya Malang, Jawa Timur, memperketat kegiatan perkuliahan hybrid ( luring dan daring). Mahasiswa yang mengikuti kuliah luring atau tatap muka diwajibkan melakukan tes swab.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Hamamah mengatakan penerapan pengetatan kuliah luring tersebut mengikuti peraturan yang dikeluarkan rektorat. Ia mengatakan sesuai aturan rektor jumlah mahasiswa yang bisa mengikuti perkuliahan luring maksimal 25 persen dari kapasitas kelas atau maksimal 10 mahasiswa per kelas.

“Bagi mahasiswa yang mengikuti kuliah luring kami mewajibkan sudah vaksin dua kali, mendapat ijin ortu, dan Swab antigen. Dari swab terlaporkan bisa digunakan untuk memantau kondisi mahasiswa sebelum masuk FIB. Dan laporan Swab tersebut sangat membantu kita pada saat mereka datang,”kata Hamamah, dalam keterangan resminya, kepada Wartawan, Senin (07/02/2022).

Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang Jawa Timur, mengikuti kuliah luring dengan  protokol kesehatan ketat, Senin 7 Februari 2022.( Foto : Istimewa)

Hamamah menambahkan, di hari pertama kuliah Hybrid, FIB menerapkan syarat tes swab bagi mahasiswa yang akan mengikuti luring.

“Kami juga mengatur di FIB perkuliahannya maksimal 50 menit,”ujarnya.

Ada lima fakultas yang menyelenggarakan kuliah Hybrid di hari pertama, yaitu Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) serta Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES).

Sementara, Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ainur Rofiq mengaku telah menyiapkan ruang transit bagi mahasiswa yang menunggu jam masuk kuliah. Bahkan, pihaknya juga memperketat protokol kesehatan.

“Sebelum masuk ke ruang transit mahasiswa diharuskan untuk check in di aplikasi peduli lindungi kemudian cuci tangan dan cek suhu badan. Setelah itu duduk di kursi yang telah disediakan. Nanti jika sudah mulai kuliah akan kita panggil satu persatu untuk masuk ke kelas,” paparnya.

Sedangkan di Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), setiap perkuliahan selesai dilakukan ruangan di semprot cairan desinfektan. “Perkelas sekitar 10 orang tapi juga ada yang tujuh dan delapan mahasiswa. Karena satu kelas bisa dipakai untuk lima sesi perkuliahan maka kami selalu melakukan penyemprotan cairan desinfektan seusai perkuliahan,” tambah Dekan Fakultas Ilmu Administrasi Andy Fefta Wijaya.

Rektor UB Nuhfil Hanani mengatakan kuliah Hybrid di hari pertama berjalan lancar dan dilaksanakan dengan standar prokes ketat layaknya pelaksanaan UTBK.

“Sistem kuliah Hybrid, membuat UB menjadi tidak penuh. Karena ada yang sebagian daring ada juga yang luring,”pungkasnya.(Didik)

Previous articlePeduli Korban APG Semeru Askot Kota Batu Berikan Bantuan
Next articleKumpulkan Alat Bukti, Komisi Pengawas Persaingan Usaha Panggil Produsen Minyak Goreng