Home Berita Khofifah : Lembaga Pendidikan, Ujung Tombak Percepatan Adaptasi Tantangan Global

Khofifah : Lembaga Pendidikan, Ujung Tombak Percepatan Adaptasi Tantangan Global

10
0

IJTIMALANG.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU untuk melakukan percepatan adaptasi dan inovasi menjawab  tantangan global. Sebab, jika NU secara makro ingin memajukan peradaban dunia, maka pintu masuk utamanya adalah melalui pendidikan.

Hal ini di sampaikan saat menutup acara Malam Inagurasi Rakernas LP Ma’arif di Kota Batu. Selain Untuk menjawab tantangan pendidikan dunia,juga kualitas pendidikan kita harus dijalankan dengan mengikuti standar kualitas pendidikan  internasional. Dan setidaknya terdapat empat poin yang harus betul-betul diperhatikan.

Untuk itu, Gubernur Khofifah menjelaskan, terdapat empat poin penting tantangan  dunia pendidikan yang perlu diperhatikan lembaga pendidikan (LP) termasuk LP Ma’arif NU.

Lebih lanjut Khofifah menambahkan, tantangan pertama yakni adanya Era Disrupsi yang menuntut inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses belajar mengajar untuk percepatan  adaptasi. Menurutnya, inovasi menjadi kata kunci karena perubahan yang terjadi saat ini, menuntut adanya percepatan untuk bisa beradaptasi dengan dinamika perkembangan jaman.

“Jadi berbagai inovasi harus terus kita lakukan di berbagai bidang guna menjawab tantangan yang men disrupsi banyak sektor saat ini,” jelasnya.

Tantangan kedua yaitu adanya Era Globalisasi dimana standar kualitas sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional tapi dalam skala global. Sehingga, kualitas pendidikan termasuk LP Ma’arif harus dijalankan mengikuti standar internasional.

Untuk tantangan ketiga, Khofifah mengatakan, yaitu adanya Era Media Sosial, dimana harapan dan tuntutan masyarakat semakin tinggi dan makin mudah diketahui secara luas. Sebagai bagian dari wujud kesadaran masyarakat untuk mencerdaskan putra-putrinya.

Untuk itu, lembaga pendidikan juga harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana perkuat komunikasi dan jejaring termasuk  promosi atas  prestasi yang dicapai.  Karena di era saat ini insan pendidikan juga harus _open mind_ dan manfaatkan media sosial sebaik mungkin untuk fungsi  belajar dan syiar.

“Sangat banyak keunggulan komparatif dan kompetitif namun kurang di published Ini penting, karena jika tidak di syiarkan, akan kalah dengan derasnya arus informasi di media sosial dan media mainstream. Prestasi untuk dijadikan referensi bagi yang lain patut di syiarkan,” ujarnya.

“Banyak  millenials dengan ketrampilan spesifik seperti fotografer, programmer dan ketrampilan spesifik lainnya yang bekerja secara profesional namun dalam jangka waktu pendek. Jadi misalnya kontrak 6 bulan lalu pindah ke korporasi lainnya  itu  dianggap sudah cukup. Ini bukan kutu loncat. Tapi 6 bulan adalah waktu yang cukup bagi mereka untuk terus mengembangkan karya kreatif dan inovatifnya,” ungkapya.

Selain itu, Khofifah menyampaikan, keberadaan LP Ma’arif meningkatkan kontribusi NU dalam proses penataan kualitas  hidup masyarakat , bangsa, negara dan dunia. Karena NU banyak memiliki cabang istimewa di dunia. Khususnya, untuk menjelaskan konsep ajaran  Islam Rahmatan lil alamin, moderat dan toleran. Melalui  peran dalam peningkatan kualitas SDM.

Sementara itu. Ketua LP Ma’arif NU PBNU Prof, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan dalam rakernas yang mengangkat tema “Membangun Pendidikan  Unggul untuk Peradaban Dunia yang Berkelanjutan” akan melakukan evaluasi program kerja tahun-tahun sebelumnya dan membahas program kerja untuk masa mendatang.

Selain itu agenda yang akan dibahas dalam rakernas adalah berkaitan dengan standar pendidikan LP Ma’arif hingga membangun Satuan Tugas (Satgas) untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan perundungan kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan.

“Satgas ini dijuluki sebagai Satgas Ma’arif Bermartabat. Ini merupakan langkah preventif kami untuk mencegah perilaku diskriminatif dan menghormati perbedaan yang ada,” ungkapnya. (Yanto Yancong)

Previous articleGol Tunggal Michael Krmencik Bungkam Arema FC Di Kanjuruhan
Next articlePresiden Jokowi Luncurkan KKP Domestik dan QRIS Antarnegara