Home Berita Mahasiswa Turun ke Desa, Kembangkan Smart Village Berbasis Digital

Mahasiswa Turun ke Desa, Kembangkan Smart Village Berbasis Digital

27
0

IJTIMALANG.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang terdiri dari lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mengembangkan aplikasi administrasi desa yang dapat diakses melalui internet secara daring (online) bernama SMART VILLAGE.

SMART Village atau “Desa Pintar” merupakan aplikasi yang menyediakan fitur permohonan surat keterangan dan terkoneksi ke database desa sehingga warga dapat mengoperasikannya dari rumah tanpa harus pergi ke kantor desa.

“Ada 17 surat permohonan antaralain untuk KTP, KK, dan keterangan hilang yang bisa diproses melalui SMART VILLAGE,”kata dosen pendamping Dr. Dra. Ani Budi Astuti M. Si. selaku dosen pendamping.

Teguh mengatakan, saat ini SMART Village telah bekerjasama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Blitar dalam pengadaan aplikasi ini sehingga membuka peluang di masa depan untuk lebih dikembangkan baik dari fitur maupun skala cakupan.

Ani mengatakan Proyek Pengabdian Masyarakat ini didasarkan pada keluhan yang selama ini terjadi di masyarakat terkait sistem administrasi yang diperparah dengan adanya berbagai pembatasan di era pandemi menjadikan ruang gerak semakin sempit. Masyarakat dituntut mengurangi interaksi yang dapat memperbesar penyebaran virus dan hal ini dapat menjadi pembelajaran di masa depan.

“Terlebih konsumsi kertas yang sangat tinggi yang tentu akan berdampak buruk pada lingkungan, sehingga jalan paling tepat adalah untuk memulai digitalisasi administrasi desa,”katanya.

Bekerja pada sistem operasi android, aplikasi SMART Village diharapkan dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Fasilitas aplikasi ini dibangun khusus untuk Desa Krisik Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar sebagai desa mitra dalam Program Keativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat tahun 2022.

Aplikasi berjudul “SMART Village” tersebut telah diluncurkan pada Selasa (26/7/2022) di Balai Desa Krisik dihadiri Kepala Desa Krisik, Perangkat Desa Krisik, dan perwakilan warga.

Kepala Desa Krisik Hari Budi Setyawan mengatakan SMART Village merupakan langkah yang sangat baik untuk kemajuan desa di bidang teknologi. Hari mengucapkan terima kasih dan merasa sangat terbantu dengan adanya kerjasama yang telah dilakukan antara Desa Krisik dengan Univeritas Brawijaya.

Proyek pengabdian masyarakat ini didanai langsung oleh Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Indonesia dan Universitas Brawijaya sebagai komitmen implementasi tri dharma perguruan tinggi. Terlebih, terjadinya pandemi menuntut masyarakat untuk menggunakan teknologi secara maksimal.

Tim PKM-M di buat oleh lima inovator muda yang terdiri dari M. Teguh Prayoga selaku koordinator, dan empat anggota Gusti Ayu Putu Rawi, Olyvia Maria Kalangi , M. Ariq Deriz, dan M. Ibnu. (Yona Arianto)

Previous articleDeretan Parkir Mobil Liar Yang Egois, Bikin Macet di Sepanjang Jalan Bandung
Next articleBapenda Menyapa Warga, Cara Pemkab Malang Optimalkan Pajak Bumi dan Bangunan