Home Berita Polres Malang Berikan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Stunting

Polres Malang Berikan Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Stunting

49
0

IJTIMALANG.COM – Kepolisian Resor Malang, Polda Jatim, turut ambil bagian dalam upaya penurunan stunting di Kabupaten Malang. Hal ini dilakukan agar dapat mencapai target nasional Survei Status Gizi Nasional (SSGI) menjadi 14 persen pada tahun 2024.

Seperti diketahui, stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melalui Kasatbinmas Polres Malang AKP Indra Subekti mengatakan, salah satu upaya kepolisian dalam pencegahan stunting dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Beberapa hal yang menjadi atensi pencegahan stunting meliputi asupan gizi, pola hidup sehat serta pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil.

Bahwa Stunting mulai terjadi ketika janin masih dalam kandungan disebabkan oleh asupan makanan ibu selama masa kehamilan yang kurang bergizi.

“Akibatnya, gizi yang didapat anak dalam kandungan tidak mencukupi. Kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan bayi dan bisa terus berlanjut setelah kelahiran. Inilah yang harus bersama-sama kita cegah. Mulai dari pemerintah, TNI, Polri sampai tingkat desa turun mensosialisasikannya,” kata AKP Indra saat melakukan sosialisasi di Cafe Nagarema, Desa Kuwolu, Kecamatan Bululawang, Jumat (8/4/2023).

Kepada para ibu hamil (bumil), Kasatbinmas Polres Malang berpesan agar menghindari makanan instan atau mengandung banyak monosodium glutamate (MSG) dan sejak dini konsumsi makanan bergizi.

Penyebab stunting diketahui bisa dari berbagai faktor, diantaranya faktor genetik, kurangnya asupan nutrisi saat di dalam kandungan dan setelah lahir, infeksi berulang, hingga tingkat pengetahuan orang tua yang rendah mengenai tumbuh kembang normal anak.

“Di beberapa kali kesempatan, kedepan kami akan terus sosialisasi pencegahan stunting pada bumil secara masif. Semoga dimulai dari wilayah kita program ini dapat segera tercapai,” ujarnya.

Lebih lanjut AKP Indra menjelaskan, pihaknya juga melaksanakan sosialisasi hingga ke desa-desa di seluruh wilayah Kabupaten Malang. Bhabinkamtibmas berkoordinasi dengan Babinsa dan perawat desa secara rutin memberikan edukasi kepada warga pada saat pelaksanaan Posyandu.

“Bhabinkamtibmas mengajak warganya yang memiliki anak balita, agar bersedia datang ke Posyandu untuk menerima vitamin dan imunisasi dasar lengkap,” imbuhnya.

Indra berharap, dengan pelaksanakan imbauan dan edukasi yang masif, tidak ada lagi kasus stunting di Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Malang.

“Mari bersama-sama kita cegah stunting, demi terwujudnya SDM yang unggul, sehat dan cerdas untuk indonesia maju,” pungkasnya.

Previous articlePolres Malang Tangkap Residivis Pembobol Rumah Kosong Saat Bulan Ramadhan
Next articleKunjungi Sejumlah Pasar di Surakarta, Presiden Bagikan Bantuan untuk Masyarakat